Friday, April 30, 2010

"BEKPEKING" KE LOMBOK (BAG 3) - SENGGIGI - BANGSAL - MATARAM- BALI



Maret 16,2010 SENGGIGI - BANGSAL - PUSUK - MATARAM

Suasana New Moon Hotel yang sejuk dengan halaman dipenuhi bunga dan rumput hijau sedikit berkontribusi mengobati rasa  lelah kami hari ini , walaupun kondisi kamar beserta amnitiesnya  sangat-sangat “average” dan tipikal hotel budget banget. Hotel ini berlokasi tepat dipinggir jalan raya Senggigi  yang sekaligus  adalah jalur utama untuk menuju Lombok Utara. 

Pagi ini , kami terbangun pukul 8 dan segera bersiap  untuk  perjalanan selanjutnya. Walaupun sebenarnya kami masih belum tahu kami akan kemana  #gubrakk. Sambil memikirkan destinasi selanjutnya, kami memilih bersantai sejenak di balcony untuk menikmati suasana pagi yang adem-adem empuk ditemani secangkir kopi, sedaaapp!. Diskusi kami menghasilakan  keputusan untuk menuju ke Lombok Utara hari ini. 
RUTE HARI INI
Setelah  menikmati roti panggang  plus  salad buah sebagai sarapan dan sekedar pengganjal perut, kami segera check out, lebih awal dari normal jam check out (1200)  dan tujuan kami yang pertama adalah ke Bangsal (Pemenang). Bangsal adalah pelabuhan penyebrangan ke trio pulau tercantik yang ada disini : Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Kami ingin melihat kesana, dan jika memungkinkan akan melanjutkan perjalanan ke Gili Terawangan.

Pemandangan sepanjang  jalan  menuju Bangsal lumayan menghibur hati.I was continuously turning my head to the left where I could see the view of great blue ocean spreading widely from north to south. It was so freakin’ awesome. Perjalanan memakan waktu – menurut om gugel – hanya berkisar setengah jam , tapi buat kami kurang lebih satu setengah jam. Yah, mungkin karena kami terlalu asik berhenti sana- sini untuk potret memotret. Tapi itulah inti dari perjalanan dan gunanya punya kamera.
Pemandangan ke Gili

Kami tiba di Bangsal sekitar siang, dan langsung bergegas untuk melihat pelabuhan kecil ini. Hmm..so this is it.  Tampak beberapa kapal sedang menuggu penumpang ke Gili. Kapal yang digunakan sejenis kapal motor yang panjang dan  bermuatan kurang lebih 10 – 15 orang, dan dengan membayar hanya Rp 10,000 (one way) anda sudah bisa menikmati indahnya Gili Terawangan. Disini juga tersedia fasilitas parkir  kendaraan.  Jadi anda dapat menitipkan kendaraan anda disini (mobil/motor) dan berangkat ke Gili Terawangan selama satu atau dua malam. Selain ke Gili Terawangan, pelabuhan ini juga menyediakan jasa  penyebrangan ke pulau-pulau terdekat seperti Gili Air, Gili Meno.  

Yang tadinya kami berencana untuk menyebrang ke Gili, tapi setelah menimbang-nimbang dan memperhitungkan sisa liburan kami, kami memutuskan untuk mengurungkan niat suci ini #hallah. Sisa waktu kami disini tinggal sehari yaitu hari ini dan kami harus sudah berada di Bali untuk melanjutkan rutinitas (bekerja) pada Rabu . Sedih memang  tapi yah could not do anything! We could not force to go! Jadi inti perjalanan, kami ke Bangsal hari ini  adalah untuk “menonton” sambil  #MUPENG , orang-orang naik kapal dan menuju Gili untuk bersenang-senang. Hadehhh!

Setelah beristirahat , kami bergegas meninggalkan Bangsal dan menuju Mataram melalui jalan raya Pusuk where we passed monkeys on the way. Jarak tempuh sekitar  satu jam. For this last night kami akan mencari penginapan disana saja agar lebih dekat ke pelabuhan Lembar. 
RUTE BALIK

Kami tiba kembali di kota Mataram pada sore hari dan langsung hunting hotel. Kami menjatuhkan pilihan ke Hotel Mataram yang berlokasi di jantung kota Mataram sendiri.Selain karena harganya murah,suasana dan kondisi kamar juga lumayan bagus.  Harga per malam Rp. 250,000 termasuk sarapan. Berhubung kami sudah sangat kelelahan , tidak ada lagi program setelah ini selain tidur dan menunggu gelap untuk mencari makan.  Another wasteful day, but still no reason to regret. 

Balcony

Hotel Mataram "kinclong"

Maret 17, 2010 PELABUHAN LEMBAR - PADANG BAI

Kami bangun lebih pagi dan menyiapkan diri untuk segera check out dari Hotel Mataram untuk berburu Ferry ke pelabuhan Lembar. Lebih cepat berangkat, lebih cepat sampai di Bali.  Yes, today is the last day and this trip is soon over.  Setelah sarapan, kami check out dan menuju ke pelabuhan Lembar. Sejujurnya, saya sebenarnya masih ingin bersantai dan  berleha-leha sejenak  karena “lelah”dari perjalan kemarin masih tersisa sedikit di persendian. Tapi apa daya si kawan memutuskan untuk berangkat segera, dan saya pun harus ikut.
OCEAN AND MOUNTAIN

CAN YOU IMAGINE IF ONE DAY A BIG CRUISE SHIP DOCKED HERE :)

LEMBAR HARBOUR

A LIFE IN THE OCEAN

Sekitar pukul setengah sembilan kami go-show di  pelabuhan dan segera mencari tiket ke Padang Bai. Akhirnya setelah didapatkan, kami tidak harus menunggu lama sampai akhirnya para penumpang mulai satu persatu memasuki  Ferry bersama kendaraan masing-masing. Setelah memarkir motor di tempat yang ditunjukkan, saya dan Herman segera menuju dek untuk bersantai. Perjalanan ini memang benar-benar menguras tenaga. Tapi saya bersyukur karena selama berada di Lombok , kami tidak pernah merasakan hujan sedikitpun. Tak dapat dibayangkan jika seandainya selama tiga hari hujan mengguyur, perjalanan akan benar-benar terhambat dan sangat-sangat lebih  tidak asik. 

Di perjalanan pulang, hati saya terhibur menyaksikan parade segerombolan lumba-lumba menari, meloncat dan ber atraksi bak di sirkus…….so cute!

DOLPHINS AND OCEAN

Jadi seperti yang saya sebutkan di awal bahwa cerita  perjalan saya dan teman saya ke Lombok ini bukanlah membahas tentang indahnya pantai dan putihnya pasir Gili Terawangan, atau pengibaran bendera di puncak Rinjani atau menikmati spa di hotel bintang di Lombok dsb. Ini lebih kepada cerita bagaimana kami "menikmati" Lombok dengan cara kami sendiri  dan dengan sukses melewatkan perkunjungan ke tempat-tempat yang sebenarnya lebih penting daripada sekedar  “menteposkan” pantat di motor dan spent quite a lot money  for accommodation.  

Dan inti ter-inti daripada cerita ini adalah : PLAN AND RESEARCH ARE THE MOST IMPORTANT THINGS TO DO BEFORE TRAVELLING – “Perencanaan (yang matang) dan riset (tentang tujuan) adalah hal terpenting yang harus dilakukan sebelum melakukan sebuah perjalanan”.

Kami menginjakkan kaki di pelabuhan Padang Bai sekitar pukul 1300..

This is my first time visiting Lombok and I don’t know when I will be returning. I truly wish to climb the peak of Rinjani or bathing in Gili..





Tuesday, April 27, 2010

RIVER AYUNG RAFTING (UBUD) -APRIL 24th 2010

River Ayung is located in Desa Petang(village), Sangeh, Kab.Badung (regency) and one of the most favorite place for “rafting” in Bali, after river Telaga Waja in Desa Muncan,Karangasem. River Ayung is categorized as number 2 and river Telaga Waja as number 3 or 4 in terms of difficulty level.

Etymologically, “Ayung” means “beautiful”. This 60kms long river is the longest river in Bali,which has a very strong stream specially in the wet-season.However only 11 kms long which is used for rafting route. The river streams in the east side of Badung also as the border between Gianyar and Badung,and it starts from around somewhere in Kintamani and ended in Padanggalak Sanur.
On April 24, I joined a rafting with other 4 friends using one of the most famous rafting supplier “SOBEK”.We left Sanur at 8am and arrived at the starting point in Petang at about 9am. We then asked to put on the life-jackets,safety-helmet,and a pedal before went down the starting point,and we had to descend about 509 stair-steps which was made in 1990,it’s very tiring of course. Our guide was “MR.SLOWLY”.
We finally got to the starting point,and before the rafting started,there was someone who gave us instructions of ”do’s and don’ts” during rafting. When the guide commanded to pedal and started the boat, that was where the excited feeling arose and ready to have fun…forward..1,2!,backward!,stop!..that was how Mr.Slowly our guide yelled and commanded us to pedal forward,or pedal backward or stop!
It was very exciting along the way,the sorrounding was very cool,along the way we could see forest and trees,and the very fresh and cold water. We stopped at the “Begawan Giri” waterfall,where we had a what our guide call “water-spa” :) ..arrrrggghh the water was so damn freezing but we enjoyed it very much bathing under the waterfall and took pictures.
It took about 1 and half hour (90 minutes) to get to the finish point, with a lot of screams,and fun during the rafting trip :) . For this “rafting” if you are new in Bali and interested to try, you will only need to pay USD $ 79.00 (publish) per 1 Adult. For KITAS holder IDR Rp.380.000 per 1 Adult, include pick up (conditions might apply), buffet-lunch,snacks,and coffee or tea with SOBEK (prices last updated 2010).

After that “fun” rafting, we had lunch and coffee break,and then ascending about 235 stair-steps to the finish point,where we parked the car. So why wait,,,?? come and feel it !



















































Saturday, April 17, 2010

"BEKPEKING" KE LOMBOK (BAG 2) - KUTA



Pukul 8, si Herman yang sedang  "bergrasak-grusuk" ria resmi membangunkan  tidur pulas saya pagi ini. Teman saya ini memang lebih jago bangun pagi daripada saya. Saya adalah  tipe orang sangat susah bangun pagi,..bawaan orok men! Setelah membuka mata saya juga tidak langsung bangun, jujur mata ini masih terasa sangat berat. Saya memilih bermalas-malasan dulu, sedangkan si Herman sudah dari tadi selesai mandi dan “peking  untuk perjalanan kami hari ini.  Saya  baru beranjak ke kamar mandi 15 menit kemudian. 
               
Sarapan hari ini adalah roti panggang, tapi sepertinya ini sudah cukup untuk mengganjal perut hingga jam makan siang tiba. Kami berencana akan meng-ekplorasi Lombok Selatan hari ini, dan sama sekali belum terpikir dalam benak saya jauh perjalanan yang akan kami tempuh. Saya hanya berfikir, yah kami akan ke Lombok selatan hari ini.

Setelah sarapan, kami mengambil tas kami masing-masing dan check out dari Puri Senggigi Hotel kurang lebih jam 9, kemudian menuju kota  Mataram dan kemudian ke Praya. Karena kami sudah resmi check-out, otomoatis tidak ada lagi barang yang ditinggalkan di hotel. Cuaca pagi ini cerah, hati masih ceria dan badan masih segar, baru abis mandi coy! Belum ada yang namanya punggung pegel dan pantat “ kram” karena kelamaan duduk di jok motor . 

Nah, tidak banyak yang tahu – termasuk saya – jika di Lombok ada yang namanya “Kuta/Kute” atau “pantai Kuta”. Dahulu saya berfikir jika Kuta hanya ada di Bali dan sekarang saya salah. Jika bukan teman saya yang memberitahu, maka saya  juga tidak akan pernah tahu hehe. Mereka bilang, pasir pantai Kuta di Lombok lebih bagus,lebih putih.lebih “perawan” daripada pantai Kuta di Bali. Oh ya? Saya hanya ingin memastikan kebenarannya. 

Pantai Kuta terletak di selatan Lombok, sekitar 50 kilo dari kota Mataram, dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Waktu tempuh paling cepat 1 jam , atau paling lambat 2 jam.  
RUTE KE KUTA
 Kuta adalah tempat favorit “surfers”, banyak turis berbondong-bondong kesini untuk merasakan “nikmat” ombaknya. Sayang sekali kami bukan surfer saudara-saudara. Bukan apanya,  kalo kami surfer, papan selancar kami mau ditaruh dimanaaaa?????.  Ada 5 pantai lagi diarea Kuta yang tidak kalah bagus dan cantiknya (kata orang) yaitu : Pantai Seger, Pantai Tanjung A’an, Pantai Mawun, Pantai Mawi dan Pantai Selong belanak,but UNLUCKY dalam episode ini kami tidak kesana,we were stucked at Kuta beach!!. Kasihan L!!

Perjalanan ke pantai Kuta - buat saya - tidak terlalu berkesan dan menyenangkan. You see only villages dan selebihnya tidak ada yang menarik untuk dilihat atau sekedar di “jepret”. Semuanya terlihat tandus dan kering. Hanya ada dua kemungkinan, benar-benar tidak ada yang bisa dilihat atau kami yang tidak tahu tempatnya. Ah whateverlah..yang jelas yang saya rasakan hanya pegal dan sakit di pantat karena sudah lebih sejam duduk di motor bersama ransel 5 liter di punggung.

Kami tiba di daerah Kuta , setelah  kurang lebih 2 jam  perjalanan, berhubung ada acara “nyasar” dikit.  Cuaca saat itu sangat panas. Kami langsung menuju ke pantai untuk melihat seperti apa rupa pantai Kuta ini. Dan here it is …..


 
First impression, not really WOW!!!...there were no single tourists lying on the white sand beach, nobody swim, there was nothing except the beach alone. Pantainya memang masih sangat “perawan”, namun saya  pribadi tidak merasakan  daya tarik untuk berenang disini. Pantainya sedikit berkarang dan ditumbuhi banyak rumput laut. Tidak seperti perkiraan dan bayangan saya sebelumnya. Dalam kasus ini, saya masih lebih memilih Kuta di Bali as the best beach to bath. Dan sepertinya ditempat kami berdiri sekarang bukanlah surfing spot. Tempat surfing ternyata terletak kurang lebih 20 menit lagi dari tempat kami berdiri sekarang, ke pesisir selatan yaitu di pantai guling.

Dengan pernyataan diatas, bukan  berarti saya tidak suka, honestly pemandangan pantai disini memang sangat indah. Bukit hijau,batu karang hitam dan biru laut adalah perpaduan sempurna untuk difoto. 
Lagi hunting kepiting
Kami sempat berencana untuk menginap , akan tetapi sesuatu dan lain hal kami membatalkannya. Kami juga sempat melakukan riset hotel-hotel budget dan ternyata ada banyak disini. Beberapa diantaranya :

1.   SURFER INN  -
Harga kamar berkisar Rp 100,000 sampai Rp. 250,000** per malam

2.   MATAHARI INN (0370-655000)
Harga kamar berkisar Rp. 100,000 sampai Rp.200,000** per malam

3.   KEN’S HOTEL Jalan Raya Kuta 9x, Lombok, 83355 Kuta 
Harga kamar berkisar Rp. 100,000 sampai 350,000** per malam

4.   TASTURA INN Jalan Raya Pantai Kuta - Lombok, 83562 Kuta
Harga kamar berkisar Rp. 250,000** per malam

**harga diatas adalah kisaran harga yang kami riset tahun 2010, mohon melakukan pengecekan lagi sebelum melakukan booking, bisa melalui online travel agent seperti  Agoda atau Booking.com. Satu-satunya hotel bintang empat disini adalah Novotel Carolia Lombok  dengan total kamar sekitar 102 unit (Superior,Deluxe, Villa).

Setelah puas menikmati Kuta, kami akhirnya kembali ke Senggigi. What??kami kan baru check out tadi pagi!!! Nah, ini adalah buah dari “perjalanan tanpa perencanaan yang matang” – don’t try this at home! – Sebenarnya , andai saja kami merencanakan untuk kembali ke Senggigi , kami tidak perlu membawa barang-barang berat ini ke Kuta,kami ga perlu check out ,simpan saja barang-barang  di hotel, kan enak, ga capek ,tiba di Senggigi tinggal istirahat! Tapi apa daya,, kami harus kembali ke Senggigi dan mencari hotel lagi. 

Menjelang sunset, kami tiba di Senggigi dan check in di NEW MOON HOTEL (0370-693785) email : bulanbaru@hotmail.com. Harga kamar Rp. 250,000,- net per kamar per malam (2010) termasuk sarapan, tersedia juga kolam renang. Jika ingin menginap disana, mohon mengecek harga terlebih dahulu.

NEW MOON HOTEL
Jika anda ingin menikmati sunset, maka pantai senggigi-lah tempat yang pas. Kami menyempatkan diri menikmati sunset sebelum makan malam dan beristirahat.
ALMOST BLACK BUT STILL I CAN SEE THE ORANGE PART
Tour today is called “a very long, a very tiring and a very not impressed tour “!













Wednesday, April 14, 2010

"BEKPEKING" KE LOMBOK ( BAG 1)



Lombok juga dikenal dengan sebutan “ pulau seribu masjid” , ya itu karena disini kurang lebih 95% penduduknya ber-agama Islam. Suku mayoritas adalah: Sasak dan bahasa sehari-hari :Bahasa Indo, Sasak.

Saya untuk pertama kalinya berkunjung kesana bersama teman saya Herman tahun 2010 lalu tepatnya tanggal 14 – 17 Maret. Namun jangan berharap disini saya akan bercerita tentang pengalaman  menikmati indahnya pasir putih dan  laut biru Gili  Terawangan atau perjuangan menaklukkan Rinjani dan mengibarkan bendera merah-putih dipuncaknya. Bukan,bukan itu..yang ini mengerikan.

Pulau Lombok adalah termasuk kedalam Propinsi Nusa Tenggara Barat yang ber-ibu kota Mataram (the Lombok busiest town). Pulau ini berjarak kurang lebih  150 km dari pulau Bali, dan dapat diakses melalui udara maupun laut. Akses udara hanya membutuhkan maksimal 1 jam, dan akses laut membutuhkan paling mentok 5 jam.

Saya dan teman saya memilih menggunakan transportasi laut (Ferry)  waktu itu, tujuan yang pertama dan terutama adalah tentu saja meng-irit biaya. Pertimbangannya adalah: jika menggunakan pesawat yang harga tiketnya tiga kali lipat dari kapal laut, kami tidak mungkin membawa motor kami ke counter check-in di bandara,dan memohon kepada petugas check-in sambil menangis darah untuk  dimasukkan ke bagasi cuma-cuma 20kg. Di Lombok, bagaimana kami akan mencari hotel jika tak ada motor ini? Bagaimana kami akan berkeliling? dengan taxi? Menyewa mobil?bayar pake apa? daun?...Jadi tentu saja transportasi laut adalah pilihan yang sangat tepat karena kami bersama “si roda dua ini”, selain untuk menjaga kelancaran mobilitas juga menghindari pengeluaran dollar yang lebih banyak. Ya namanya juga bekpeker,sangat wajar jika pengeluaran atau duit is the main concern… kalo royal ya bukan bekpeker donk namanya hehe..

Saran: Jika anda ingin ke Lombok namun dengan budget terbatas, sewalah motor di Bali dan berangkatlah PP dengan menggunakan Ferry. Kisaran biaya transportasi untuk perjalanan 3 hari 2 malam adalah sekitar Rp.380,000, (Tiket Ferry PP 1 motor 2 orang =Rp 200,000,- + sewa motor @Rp.60,000,- per hari tidak termasuk bensin). 
Padang Bai - Lembar

Hari pertama ini (Minggu-14 Mar): Setelah ibadah Gereja kami melanjutkan sesi packing yang sudah selesai setengah tadi pagi dan mengecek ulang perlengkapan kami masing-masing. Yang dibawa pun juga tidak banyak hanya pakaian ganti untuk perjalanan 4 hari / 3 malam. Setelah semua beres, kami meninggalkan kota Denpasar sekitar pukul 1100 menuju pelabuhan Padang bai (Candidasa) yang berjarak kurang lebih 40km dari pusat kota Denpasar  atau kurang lebih 1 jam perjalanan.

Sesampai di pelabuhan kami harus melewati “security check” untuk pemeriksaan dokumen kendaraan– PENTING!: sebelum berangkat pastikan anda membawa dokumen kendaraan yang valid (baik kendaraan sewaan/pribadi) seperti  SIM, STNK dan juga tetap siapkan kertu identitas pribadi (KTP) untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Setelah melalui security check, kami membeli tiket di loket seharga Rp. 100,000 untuk 1 motor 2 orang, kemudian menunggu sekitar sejam untuk keberangkatan  Ferry. Sekitar pukul 1300, Ferry meninggalkan pelabuhan Padang bai menuju pelabuhan  Lembar-Lombok. For more info tentang penyebrangan Padang Bai – Lembar bisa di cek disini.

Kurang lebih 4 jam kami habiskan “membusuk” di Ferry, cuaca sangat cerah waktu itu. Pemandangan laut di selat Lombok benar-benar memukau.
Meluruskan Tulang Ekor
THE FERRY
THE TANKER
Kapal kami baru merapat dipelabuhan Lembar sekitar pukul 1700 sore. Tanpa banyak bacot, kami segera tancap gas dan melucur ke kota Mataram yang kira-kira jaraknya masih 28 km lagi dari Lembar, misinya :untuk mencari penginapan secepat  mungkin sebelum hari gelap.

Kurang lebih sejam perjalanan tibalah kami di kota, karena rasa lapar yang menggangu, kami kemudian memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu sebelum lanjut mencari penginapan. Beginilah susahnya menjadi “backpacker”, kami masih harus menghabiskan waktu mencari mencari-cari penginapan “budget” dan strategis padahal sudah maghrib. 

Karena sudah hampir sejam kami tidak menemukan penginapan yang “pas” di kota Mataram, kami memutuskan untuk mencarinya di daerah Senggigi saja. Senggigi masih harus ditempuh kurang lebih 30 menit dari Mataram. Dan kesalahan berikutnya, adalah kami tidak membawa PETA, alhasil hanya mengikuti petunjuk jalan dan bertanya rute Senggigi kepada orang lokal. Naas! Saya mulai merasakan tulang punggung dan tulang ekor “nyeri”  karena kelamaan duduk dijok motor yang “empuk”  belum lagi harus menahan berat tas keril dipunggung yang berisi barang-barang yang tak jelas.

Senggigi memang lebih dikenal sebagai area turis di Lombok. Ada banyak restoran, night club dan hotel-hotel budget-menegah-bintang disini. So disarankan mencari penginapan di daerah Senggigi saja jika anda ke Lombok . Sebabnya selain karena lebih banyak pilihan akomodasi juga karena Seggigi jauh “lebih hidup” di malam hari dibandingkan Mataram.

Setelah dua, tiga penginapan terlewati, kami belum juga menemukan penginapan yang “benar-benar pas”, pas dalam artian “pas” budget, “pas” viewnya. Secara logika, sangat tidak mungkin menemukan penginapan  dengan view bagus tapi dengan harga miring 20-30 derajat. So, sebenarnya apa yang kami cari? Saya juga sebenarnya bingung #gubrakk!

Karena saking putus asanya, kami memutuskan untuk ke “warnet” dan browsing nomer telpon  dan alamat hotel-hotel di Senggigi dan kemudian menelpon dan bertanya : “masih ada kamar bu/pak? Fasilitas kamarnya apa saja?”. Nasib  “backpacker” amatiran yah seperti kami inilah. Seharusnya kami telah memegang list hotel sebagai referensi sebelum meninggalkan Denpasar. Tapia pa daya, bubur sudah menjadi kerak.

Setelah menelpon dua, tiga penginapan kendala lain pun muncul…pulsa habis..jiahh!!gubrakk! this option also did not work very well, daripada menghabiskan uang untuk isi pulsa atau berlama-lama di warnet tanpa hasil yang jelas, mending cabut! So inti daripada cerita “pencarian” akomodasi ini adalah : kami berdua sama-sama “first timer” ke Lombok, dan nekad berangkat tanpa mencari referensi terlebih dahulu, mohon jangan ditiru!

Waktu sudah menunjukkan pukul 1900 , sangat tidak lucu jika kami harus tidur be-alaskan kardus di jalan Raya Senggigi malam ini karena belum juga menemukan penginapan. Akhirnya saya dan teman  saya bertekad untuk mengakhiri ketidak jelasan ini : daripada terus-terusan begini, mending kita cari sekali lagi dan kita ambil saja tanpa banyak pertimbangan! Kataku kepada si Herman.

Akhirnya, di pencarian terakhir yang penuh dengan perjuangan dan airmata ini (lebay ON) kami menemukan penginapan yang sebenarnya masih kurang “pas” tapi di “pas-pasin”– hadeh maunya apa sih? Tamparr!!PURI SENGGIGI HOTEL (telp: 0370-692 192) ,hotel buget dan cocok untuk “backpacker” , harga kamar (2010) Rp.175,000,- net per malam termasuk AC,bath-up,TV dan makan pagi (nasi goreng/toast) dan Rp. 100,000,- net untuk kamar yang lebih standar dengan kipas angin termasuk makan pagi.Harga kamar kemungkinan naik 1-2% (2013).

Ada dua hotel budget lagi yang bisa menjadi referensi anda jika berkunjung ke Lombok (hasil survey kami loh!!) selain PURI SENGGIGI HOTEL – tapi tidak menjadi pilihan kami karena kurang “srek” di hati, keduanya berlokasi di Senggigi juga yaitu : HOTEL ELEN (0370-693077) atau PURI SHINTA (0370-6609477) tidak ada kamar ber-AC. Harga kamar berkisar antara 75,000 – 150,000 per malam termasuk sarapan (2010).

Saran : Biasanya harga kamar akan lebih murah jika anda go-show atau datang langsung tanpa reservasi. Pastikan anda bepergian pada periode low season (January – May, Sep,Oct,Nov) dimana akomodasi-akomodasi pada banting harga.  

Hari pertama ini benar-benar melelahkan. Kami menggunakan waktu untuk beristirahat karena besok kami harus check-out lagi dan memulai bab ke-2 buku “Penderitaan duo bekpeker di Lombok”. Kami berencana untuk “mengeksplorasi” Lombok selatan besok. Bersambung….