Thursday, April 4, 2013

MELANCONG KE "PANTAI PASIR PUTIH" - PERASI, KARANGASEM



Ada satu penyakit yang kadang-kadang muncul saat liburan tiba, yaitu penyakit “bingung menentukan kegiatan yang PAS! dilakukan untuk mengisi liburan”. Jika penyakit ini sampai ke stadium akut, maka dapat dipastikan anda hanya akan terbaring lemah, menghabiskan liburan anda dengan tidur dan makan -pengalaman pribadi – hahahaha…

Memasuki bulan Maret, menjelang liburan Paskah tepatnya  tanggal 29,30,31 kemarin (long weekend), me and the gang -cece,ica,seno,aven,chipext,esty -mulai mengalami syndrome “penyakit” ini, gejala ditandai dengan munculnya pertanyaan  “kemana kita akan jalan-jalan di liburan Paskah ini”? Pertanyaan yang membuat kami semua terdiam dan menatap satu sama lain dengan senyum secuil di bibir,mencoba mencari jawaban secepat mungkin, tapi tak mampu.

Namun kami harus bersyukur karena “penyakit” tersebut tidak sampai ke stadium “akut”, hingga liburan yang dimaksud (hari H) akhirnya tiba. Sadar dengan bahaya penyakit ini, maka tidak main-main, kurang lebih tiga minggu kami habiskan untuk mencari referensi atau saling bertukar ide tentang tempat-tempat yang enak dikunjungi/berlibur nantinya –lebay dikit-. 

Dari percakapan dan masukan-masukan dari teman se-geng, sangat tersirat bahwa pemilihan tempat berlibur harus  memenuhi salah satu kriteria yang utama dan terutama yaitu –sederhana saja- “belum pernah dikunjungi sebelumnya”. 

Setelah ide untuk berkunjung ke Taman Nasiona Bali Barat, LEWAT! ide yang untuk saat ini tidak bisa terealisasi karena membutuhkan waktu dan biaya yang diatas rata-rata, atau setelah ide untuk menginap di Bedugul di Villa Atas Awan juga LEWAT, karena harga sewa yang tiba-tiba meroket dan tidak ada kejelasan, maka diakhir diskusi kami akhirnya memutuskan, dengan segenap jiwa dan raga serta kebulatan tekad #hallah….. 30 Mar trip ke Karangasem untuk melihat-lihat pantai ter-cantik yang orang lokal sebut “VIRGIN BEACH”atau “PANTAI PASIR PUTIH”. 
29 Mar 2013, setelah ibadah Paskah jam 0900 pagi di GKI Denpasar, kami mempermantab rencana untuk perjalanan esok hari (30 Mar 2013) termasuk menghubungi car rental dan memesan 1 unit APV untuk disewa sehari. Beressssssss!!

Singkat cerita, tanggal 30 Mar 2013 pkl 1030,sebuah mobil APV merah tua melaju dengan kecepatan 60km/jam melintasi Bypass Ida Bagus Mantra menuju Karangasem, berisi 3 pria tertampan dan 4 gadis tercantik se-geng- #gubrakk. Perjalanan dimulai….
VIRGIN BEACH - LOCATION

Pantai Pasir Putih, itulah nama pantai yang lebih populer dikalangan penduduk lokal ini, terletak sekitar kurang lebih 15 menit dari Candidasa, di desa Perasi, Karangasem.  Untuk sampai kesana tidak terlalu rumit, sebab anda dapat melihat petunjuk arahnya disalah satu titik di Jalan Raya Perasi, cukup memasang mata baik-baik ketika anda melintas.

Hey, bagi yang membaca artikel ini…Congratulations! Anda akan mendapat tambahan referensi  tempat berwisata pantai di Bali selain –THE MOST COMMON BEACHES!!- pantai Kuta, pantai Dreamland,pantai Seminyak,pantai Nusa Dua dan pantai-pantai lainnya. Karena setelah saya ubek-ubek semua buku yang ada di tokoh buku terdekat, belum ada satu buku pun –yang saya temukan – membahas tentang pantai ini, atau setelah mengutak-atik google map, pantai ini benar-benar tidak terdeteksi… oleh sebab itu sekali lagi SELAMATTT!!! #apa sih???

Jika anda sedang melintasi Jalan Raya Perasi, anda harus menemukan petunjuk arah yang bertuliskan “White Sand Beach” dengan tanda panah yang menunjuk ke sebuah jalan kecil di seberang jalan. Segera belokkan mobil atau motor anda ke jalan kecil tersebut. Dari titik ini, anda masih harus menempuh sekitar sekilo lebih untuk sampai ke pantai. Tapi jangan khawatir , you are  on the right track!!

Tapi nasib kami termasuk “malang” karena kami melewati penunjuk jalan ini,padahal salah satu personil geng –si seno - sempat memberitahu bahwa kami telah off the track. Never mind, there is always a way back. Namun pelajaran yang dapat dipetik  kali ini adalah : Jika anda sedang berkunjung ke kota Amlapura dan ingin mencari tempat  makan, maka berfikirlah dua kali….gak bakal nemu cynnnn!!!

Setelah sampai di pos tiket, siapkan entrance fee sebesar Rp. 3,000 per orang. Kami membayar Rp. 23,000 untuk 7 orang dan 1 mobil. Untuk mobil hanya bayar sekitar Rp 2,000 untuk parkir saja. Masih terbilang murah, bukan?
Jalan menuju ke pesisir pantai sedikit terjal, berkerikil dan belum diaspalt. Namun bukan berarti parkiran di pantai ini sepi. Kami sedikit kaget ketika melihat ada banyak mobil parkir sekitar 100 meter dari bibir pantai. What the…! Tau gini kan ,APV nya bisa diparkir disini juga. APV kami parkir sekitar setengah kilo dari pantai dan masih harus berjalan kaki 3 menitan. Tak apalah..hitung-hitung exercise sebelum renang….

Voila…pertama menginjakkan kaki di pantai pasir putih ini,hanya satu pertanyaan yang muncul dikepalaku “kenapa orang menyebut pantai ini virgin beach”? Di mindset ku, virgin itu artinya “perawan atau belum terjamah” -jadi saya sempat membayangkan jika pantai ini akan benar-benar sepi, tidak banyak orang dan toh kalau ada orang ,pasti hanya penduduk lokal/nelayan saja yang lalu-lalang. 

Namun setelah melihat langsung, khayalan indah ku tentang pantai ini buyar, dan apa yang saya fikirkan tentang pantai ini tidak sepenuhnya benar. The only fact is: it’s a beach, dude! #ya ealah……
WHITE SAND BEACH - PERASI




Terlepas dari semua khayalan yang muluk-muluk tadi, hanya satu yang pasti – swimming here  is the real pleasure. That’s the point. Dari semua pantai di Bali yang pernah saya “renangi”, sejauh ini pantai Pasir Putih ini yang “PALING ENAK”. Pasirnya memang tidak terlalu putih, namun “swimming zone”nya lumayan dangkal sedada orang dewasa dan berombak, sehingga berenang disini dapat memberikan sensasi lain daripada yang lain. Tinggi dan kuat ombaknya hampir mirip-mirip di  Dreamland beach. 
THE GANG
Disini, anda cukup membayar Rp.10,000 untuk sewa sunlounger yang anda bisa duduki dan “tiduri” sepuasnya,sampai pantai sepi, murah bukan? Anda juga dapat bersantai sambil menikmati makan siang di warung-warung yang ada disepanjang pantai, ataukah sekedar memesan minuman- mulai dari airputih, es klapa muda, berbagai jus sampai bir- Semua ada dengan harga yang relative standar/terjangkau. What a real nice beach to hang out!

Setelah puas menikmati ombak “Virgin beach” , sekitar pukul 5 sore, kami bergegas meninggalkan pantai untuk kembali ke Denpasar. This beach is RECOMMENDED and definitely, will come back one day, tentu saja untuk berenang! So we were happy ‘coz we could do something and not letting this long weekend just passed by J! HAPPY EASTER

Artikel terkait :





2 comments:

  1. Is the name really Perasi or Prasi.... LOL

    ReplyDelete
  2. well, I have rechecked..the correct is PERASI..iso PARASI or PRASI..I just knew, dsini smpat dipakai untuk take film EAT,PRAY & LOVE juga ternyata LOL....

    ReplyDelete

Bagaimana pendapat anda tentang postingan ini?