Wednesday, November 26, 2014

MUSEUM ANGKUT - BATU, MALANG

Good morning from Batu! Kami terbangun sekitar pukul 07 pagi langsung membuka jendela kamar dan segera disambut hangat cahaya matahari pagi. Pagi yang cerah. Saya baru sadar kalo di kamar kami ini tidak ada alat pendingin ruangan, tapi toh kamar  tetep  adem.Ya wajarlah, karena kota Batu berada di ketinggian kurang lebih 1.250 m dari permukaan laut jadi suhu berkisar rata-rata 15 – 19 derajat selsius. Setelah membersihkan diri, segera kami menuju restaurant untuk sarapan.  Jangan terlalu berharap sarapan yang “wah..” disini yah, walaupun kami membayar hampir 500ribu  per malam jika dibandingkan dengan hotel di Bali, harga ini  sudah termasuk harga bintang 3 dengan menu sarapan  yang variatif J .  Menu sarapan kami pagi ini terdiri dari nasi goreng, kopi/teh, kerupuk dan sayur sop. Hmm…still it’s better than nothing.

Setelah sarapan kami segera berkemas untuk check out. Program kami hari ini adalah berkunjung ke Museum Angkut, yang jaraknya hanya sekitar 15-20 menit dengan berjalan kaki dari lokasi hotel kami. Kemudian setelah makan siang meninggalkan Batu dan berangkat ke kota Malang yang berjarak 3 kali naik angkot dari kota Batu.

Lokasi Museum Angkut sendiri di Jl Terusan Sultan Agung Atas No 2 merupakan sebuah museum yang berisi koleksi –koleksi kendaraan-kendaraan antik dan sejarahnya, mulai dari kendaraan darat, laut dan udara. Konsep Museum Angkut adalah perpaduan tempat wisata yang unik  berisi sejarah dan perkembangan dunia angkutan, dipadu dengan legenda Movie Star dijamannya dengan latar belakang kota-kota dan bangunan eksotis di Batavia, Eropa, Amerika.
"Ferish Wheel" di Alun - ALun Kota Batu


"I think this cars were "Ford"? or "Chevrolet" ??

View from Museum Angkut

Eh, sebelum berangkat ke Museum Angkut iseng-iseng saya buka websitenya untuk sekedar mengecek apa saja yang bisa dilihat disana, dan ternyata jam bukanya jam 12 siang..wadohh salah perhitungan  ini udah keburu check out. Alhasil kami bengong beberapa saat di pelataran museum yang masih sepi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan aktivitas, karena saat itu baru jam 9 pagi.  Yasudah..daripada keburu kering nunggu, kami memutuskan untuk menuju Alun-Alun Kota Batu untuk nyoba “ketan” yang katanya terkenal dari Batu. Kami menyewa ojek Rp 15.000 bonceng ber-3 dan meluncur ke Alun-Alun yang tidak terlalu jauh dari Museum Angkut.

Singkat cerita, jam 12 yang sudah ditunggu –tungu akhirnya tiba , capek juga  lari keliling Alun-Alun  jalan-jalan sekitaran Alun-Alun ini. Berbagai aktifitas sudah dilakukan, mulai dari  nyobain “Ferish Wheel” dengan hanya membayar Rp 3,000 per orang  , makan “ketan” , nongkrong di kedai kopi, modar-mandir ke Plaza Batu entah nyari apa. Kami kembali menyewa ojek dan meluncur kembali ke Museum Angkut.

Sampai di Museum Angkut, kaget juga liat loket penuh ama orang-orang yang ngatri tiket. Luar biasa! Harga tiket adalah Rp 75.000  untuk weekend (Sabtu-Minggu) dan Rp 50,000 pada weekdays (Senin-Jumat) . Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi websitenya di sini.

Puas berkeliling di Museum Angkut dari A sampai Z , dari pintu masuk sampai pasar apung (floating market) , waktunya mengisi perut. Kebetulan di pasar apung ada semacam “foodcourt” untuk membeli makanan. Disamping foodcourt ada “D’Topeng Museum” yaitu Museum Topeng dari Sabang sampe Merauke. 

Okehh, selesai sudah acara di Batu, tujuan selanjutnya adalah segera menuju Malang. Kami segera mencari angkot yaitu dengan berjalan kaki kembali ke tempat kami makan bakso kemaren – masih ingat kan?? Hehe ---- disitu kami harus menunggu angkot yang menuju ke terminal , kemudian nanti kami akan ganti angkot lagi untuk tujuan Terminal Landungsari (Kota Malang). Terminal Landungsari merupakan pintu gerbang kota Malang dari arah barat. Ongkos Batu – Landungsari adalah Rp 3,000 per orang ditempuh kurang lebih 1 jam. Jadi bagi backpackers, Malang – Batu – Malang cukup naik angkot aja, lebih murah.


Dari Terminal Landungsari kami segera mencari angkot menuju Jl Ahmad Yani Utara ,Riverside Blok C-1 yang merupakan alamat HARRIS Hotel & Conventions. Susah juga nyari alamat hotel ini. Setelah bertanya sana-sini akhirnya ditemukan. Ternyata Riverside itu adalah nama sebuah “kompleks perumahan” di Malang, berkat informasi dari seseorang di angkot – thanks men!  Kami menginap semalam di hotel ini dan kemudian siang besok kami sudah memesan “travel” ke Bandara Juanda, Surabaya untuk penerbangan magrib kami ke Denpasar. 


Thursday, October 30, 2014

JALAN-JALAN (FLASHPACKING) KE MALANG - JATIM (PART 2 )

Oke, enough dengan bakso….saya merasa belum kenyang sebenarnya.  Setelah makan, kami bersiap untuk menuju Jatim Park 2 yang ternyata tidak terlalau jauh dari lokasi kami berada. Sebuah angkot berwarna merah kami setop (sebenarnya akan menuju terminal)  untuk tujuan JatimPark 2.  Namun sebelum sampai di terminal, sopir angkot yang baik hati menyarankan agar kami tidak usah lanjut ke terminal tapi dioper aja. Kami mengiyakan, dan setelah beberapa saat kami pun dioper ke angokot warna kuning dan meluncur ke Jatim Park 2.

Voila!!, Kami tiba di Jatim Park 2, waktu menunjukkan pkl 14.30 seingatku. Cuaca cerah dan sangat mendukung. Segera kemi menuju loket untuk membeli tiket. Tiket yang kami beli adalah paket Weekend , kebetulan hari ini adalah hari Sabtu yaitu paket TERUSAN yaitu bisa mengunjungi : MUSEUM SATWA + BATU SACRET ZOO dengan harga Rp 75,000 per orang.


LOKET
Di Jatim Park 2 ada sebuah hotel yang namanya Pohon Inn , kebetulan kami takut hewan tarifnya tidak sesuai dengan budget kami sehingga kami tidak menginap disana  alasan.  

Pohon Inn Hotel
BATU Sacret Zoo

Secara umum, di Jatim Park 2 terdapat koleksi hewan-hewan yang beberapa mungkin sudah langkah, terbagi dari beberapa bagian mulai dari pintu masuk anda disajikan dengan pemandangan : Tikus Raksasa (beaver) berenang kesana kemari, kemudian ada beberapa spesies monyet (kecil/besar) , ular, penyu, badak, dll. Setelah itu kita memasuki AQUARIUM  dimana disajikan pemandangan berbagai jenis hewan laut , kemudian memasuki yang disebut SAVANAH untuk menyaksikan hewan-hewan asli Afrika: Jerapah, Gajah, Zebra dsb pokoknya nuansa Afrika banget dahh.

Lorong SAVANNAH



Ada lebih dari 45 ekor satwa di Savannah ini

Puas dari Savanah, lanjut ke Fantasy Land yang kebanyakan berisi permainan untuk anak-anak seperti kolam renang, roller-coaster mini. Ah..kami mencoba yang namanya “ TSUNAMI” sejenis wahana uji nyali. Pertamanya kami sepele, tapi setelah di coba ampun dehhh….

Please TRY! It is fun! 
Setelah dari sini, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Batu Sacret Zoo. Pemandangan sanga indah dari sini, kita bisa melihat sebagian kota Batu. Tapi tidak banyak yang bisa dilakukan disini selain menyaksikan beberapa binatang lain seperti Jerapah dsb, Harimau, Singa dsb. Rute terakhir adalah menuju “ MUSEUM SATWA”. Tampak dari depan, bangunannya menyerupai Gedung Putih (White House) di Washington DC hehe, unik dan di sampingnya ada patung gajah raksasa.

Museum Satwa Tampak Depan
Pemandangan pertama ketika memasuki MUSEUM SATWA ini adalah “Sangkar Raksasa”, yah menurut saya sih bagus untuk foto2. Sayangnya saya lagi tidak mood untuk selfie saat itu, kemudian kami melanjutkan lebih dalam lagi ada “Kerangka Dinosaurus Raksasa” dan disekelilingnya juga dipajang berbagai patung hewan-hewan/ binatang-binatang dari berbagai belahan bumi. Museum Satwa ini menurut saya sangat cocok untuk siswa-siswi memperdalam pengetahuan tentang hewan/satwa. Okee..ternyata keliling museum ini capek juga saudara-saudara. Jika saya disuruh ngasi rating untuk tempat wisata ini , saya akan berikan 6.5 dehh..

Kerangka Tyranosaurus
Finally, setelah selesai berkeliling Museum Satwa  saya menengok jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 16.30. Ternyata kami sudah menghabiskan sekitar dua setengah jam berkeliling di Jatim Park 2 ini. Saatnya menuju Batu Night Spectacular (BNS) yang sangat popular di kota Batu. Lokasi BNS hanya sekitar setengah kilo dari Jatim Park 2 , daripada membayar Rp 15.000 per orang untuk Ojek kami memilih untuk berjalan kaki, disamping hemat juga sehat (olahraga men!!) sebenarnya ngirit duit.

Tak terasa 15 menit berlalu , dari kejauhan kami sudah dapat melihat dan merasakan hingar binger BNS , masih penasaran sih dan tak terbayang BNS itu seperti apa. Saya berfikirnya seperti pasar malam.  .

BNS by night
Terjawab sudah , setelah membayar karcis masuk sebesar Rp 25,000 per orang ( weekend) dan kami pun masuklah. Saya memandang sekeliling dan ooohhh ternyata ini. Di BNS terdapat wahana-wahana untuk hiburan, seperti : 


·         Mouse Coaster                                                
·         Kids Zone                                              
·         Play Ground                                        
·         Flying Swinger ( Kursi Terbang  )                                              
·         Disco Bumper Car                                           
·         Aero Test (Gravitasi)                                        
·         Rumah Hantu                                                   
·         Berburu Hantu                                                 
·         Cinema 4D
·         Sepeda Udara                                       
·         Lampion Garden                                             
·         Banji Trampolin                                               
·         Ali Baba                                                
·         Banju Trampolin                                             
·         Trampolin                                               
jerijourneys
Love is everywhere

Lampion Garden




Ya,,ya cukup seru juga menghabiskan waktu di BNS. Salut juga buat bagi siapapun di Batu yang bisa membuat suatu tempat hiburan bagi masyarakatnya dan sudah menjadi “trademark” kota Batu sendiri. Setelah menikmati makan malam di foodcourt BNS , kami berkeliling sejenak seolah tak ingin beranjak dari tempat ini, soalnya rame dan asikk! Tapi tenaga jualah yang membuat kami harus menyerah dan memilih pulang untuk istirahat.


Karena angkot sudah tidak beroperasi jam segini (21.00) tak ada pilihan lain selain Ojek. Dari BNS ke penginapan kami hanya berjarak 10 menit dengan Ojek dengan membayar Rp 15.000 per orang.

Hari pertama selesai ... (Bersambung)


Tuesday, October 28, 2014

JALAN-JALAN (FLASHPACKING) KE MALANG , JATIM (PART 1)


Malang adalah kota ke-2 terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya. Jarak dari kota Surabaya ke Malang adalah kurang lebih sekitar 80-90 kilo, atau ditempuh kurang lebih 2 jam dengan “travel” – angkutan antar-kota  yang berbentuk avanza dan sejenisnya – dengan biaya Rp 75.000 per orang. Selain “travel” akses ke Malang juga bisa dengan Kereta Api ataupun Bus dengan biaya yang tentunya lebih murah.

Malang pada masa penjajahan Belanda adalah tujuan popular bagi penduduk asing atau ekpatriat jaman itu. Selain Bandung yang terkenal dengan julukan “Paris van Java” ternyata Malang juga terkenal dengan julukan “Paris van East Java”, yah tak salah lah karena memang Malang merupakan kota yang cantik dan sejuk.

Tanggal 18 Oktober 2014: pkl 07.30 di Bandara Ngurah Rai , setelah melapor di konter check in dan menyelesaikan semua persyaratan boarding, kami  pun duduk manis menunggu panggilan boarding AirAsia QZ7629 yang akan bertolak ke Surabaya pada pukul 18.15 waktu Bali.  

Acara perjalanan kali ini telah kami susun dengan tujuan prioritas tak lain dan tak bukan adalah “kota BATU” , sebuah kota wisata yang terletak sekitar 20 kilo lagi dari kota Malang atau 30 menit dengan travel. Pada mulanya Batu merupakan bagian dari kota Malang akan tetapi pada tahun 2001, Batu resmi mendeklarasikan diri menjadi kota mandiri dan kemudian terkenal dengan istilah KWB (Kota Wisata Batu) karena merupakan magnet wisatawan ke Malang. Hampir 100% objek wisata/tujuan wisata ada di daerah Batu, antara lain :
  • Airterjun Coban Rondo
  • Jatim Park 1,2
  • Selecta
  • Batu Night Spectacular (BNS)
  • Alun Alun Kota Batu
  • Eco Green Park
  • Museum Satwa
  • Museum Angkut   

-   Sekitar 50 menit kemudian , pesawat kami telah mendarat di  Terminal 2  Juanda International Airport –Surabaya. Kami langsung menuju exit gate dengan harapan bertemu dengan penjemputan travel ke  Malang. Ternyata Terminal 2 ini masih baru, jadi ekpektasi kami untuk menemukan banyak konter travel yang menawarkan jasa travel ke Malang tidak terwujud.  Thanks God!, kami punya kontak salah satu penyedia jasa travel yang direferensikan oleh hotel kami di Batu yaitu LIZA TRAVEL.  Jika teman-teman pembaca yang belum pernah ke Malang -dalam waktu dekat ini ingin ke Batu via Surabaya, Liza Travel is  higly recommended untuk jasa travel, reservasi aktif 24 jam, jemputnya cepat,nyetirnya enak. Namun sebisa mungkin pesan minimum sehari sebelumnya agar tidak kehabisan seat. Anda dapat menghubunginya di nomer ini : +62 816551707.
Screen Shot dari Google Map saya ketika meninggalkan Juanda menuju Malang
Kami tak perlu menunggu terlalu lama hingga akhirnya sebuah avanza silver muncul dan berhenti di depan kami. Tanpa banyak bacot, kami segera dipersilahkan naik untuk segera berangkat ke Malang. Wow, this is what I call express! Dan lebih enaknya lagi , tidak seperti angkutan antar kota pada umumnya, mobil travel ini (red: Avanza) si sopir sangat ber-perikemanusiaan dalam mengangkut penumpang.  Ya,mobil ini hanya memuat 5 orang penumpang dan tidak lebih (1 di depan, 2 di tengah, 2 di belakang) , tentu demi kenyamanan.

Dikampung saya, satu mobil avanza (angkot antar kota) bisa memuat 11 orang termasuk sopir,jadi bisa dibayangkan ada penumpang yang hanya duduk setengah pantat, ada yang agak nungging mereng, ada yang kejepit, ada yang nempel ke kaca mobil, dan yang lebih parah lagi dua orang penumpang yang duduk di depan salah satunya kadang-kdang harus mengangkangi persneling, padahal masing-masing membayar ogkos yang sama,  ini yang saya maksud “ THERRLALUUU”...
  
SURABAYA (JUANDA) – MALANG – BATU
Perjalanan ke Malang ditempuh kurang lebih 2 jam atau 3 jam jika lanjut ke Batu, itu jika tanggul lumpur Lapindo tidak ambruk   lalu lintas lancar alias gak ada kemacetan. Sepanjang perjalanan tidak ada kemacetan berarti , alias lancar jaya (kayak nama bus aje). Kami sampai di kota Malang pada sekitar pukul 11 dan hanya kami berdua yang kemudian melanjutkan ke Batu dengan membayar Rp 35,000 lagi per orang. Jadi total ongkos travel dari Surabaya (Juanda) ke Batu adalah Rp 110,000 per orang.

Nah , sebenarnya kami tidak tahu menahu tentang seperti apa kota Batu ini. Alamat hotel yang kami tuju adalah Hotel Gradia 2 di Jalan Ikhwan Hadi kota Batu. Saya dari tadi mencoba untuk menafsirkan lokasi hotel yang muncul di tampilan di Google Maps saya, berkat teknologi GPS , kami berhasil  mengarahkan si supir dengan mulus ke Jl Ikhwan Hadi dan menemukan hotel kami. Hah! Gak rugi nih aplikasi Google Maps berat-beratin memory.

Hotel Gradia 2 Batu (tampak depan) - Jl Ikhwan Hadi No 47 Batu - Jatim
Hotel Gradia 2 - Room 
Ada rooftop untuk menikmati pemandangan kota Batu (Cece)
Pemandangan kota Batu dari rooftop hotel Gradia 2

Setelah administrasi beres dengan pak supir, kami segera registrasi untuk check in dahulu sebelum elanjutkan aktifitas. Jadi agenda setelah check in adalah balik ke Malang  mencari makan - dari tadi udah menahan apar sampai mau muntah di mobil - dan segera meluncur ke Jatim Park 2 dan BNS (Batu Night Spectacular) yang hanya berjarak kurang lebih 10 menit dengan angkot dari hotel.

Ah, karena kami tidak sedang dalam acara Wisata Kuliner , kami tak lagi berfikir tentang sebuah rumah makan yang menjual makanan khas Batu atau sejenisnya. Kami hanya berfikir untuk segera mengisi perut. Segera  mas-mas penjual bakso kami sergap dan todong dengan duit 20 rebu untuk 2 mangkok bakso  – maklum sudah lafar mennn!! – Beruntungnya area tempat kami menikmati bakso adalah jalur angkot (depan Makam Pahlawan Batu) , jadi tak perlu jauh-jauh nanti nyari angkotnya. But wait, angkot di Batu itu gak rame saudara. Disini, hanya ada dua moda transportasi untuk mobilisasi dalam kota yaitu : Angkot dan Ojek. Angkot jauh dekat berkisar antara Rp 2,000 – 3,000 sedangkan Ojek berkisar antara Rp 15,000 itupun kadang bisa bonceng cabe-cabean (bonceng tiga). Hah! Masih tergolong murah lah.

(Bersambung)....

Wednesday, July 30, 2014

JALAN-JALAN KE NEGARA TETANGGA - SINGAPURA (BAGIAN 2)

8 Feb 2014

“bip..bip..bip…bip…bip” bunyi alarm yang panjang membangunkan saya tepat pukul 6 pagi ini, diluar gerimis sejak subuh menambah  dingin suasana,”..semoga cuaca baik-baik saja untuk penerbangan kami hari ini,,” doaku.  Setelah merenggangkan badan sedikit, saya segera bergegas melanjutkan packing yang masih belum kelar dari semalam.

Setelah baju baju ganti dan berbagai macam perlengkapan selesai dipeking ke dalam tas ransel, saya segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menjemput Ance dan Melisa  dan kemudian meluncur ke bandara. Untuk liburan selama hanya 3 hari 2 malam saja ,saya hanya membawa  tiga kaos, satu jins, satu celana pendek dan perlengkapan mandi I think that’s enough! Waktu menunjukkan pukul 07.00  ketika kami meluncur  ke bandara ditengah hujan lebat. Well, normally untuk penerbangan Internasional check in diharuskan paling lambat 2 jam sebelum penerbangan, but for this case, kami sudah melakukan web check in.

Sesampai di Bandara Internasional kebanggan Bali - Ngurah Rai, kami segera bergegas menuju ruang keberangkatan Internasional, tanpa basa basi langsung menuju counter PJP2U untuk  membayar Airport Tax sebesar Rp 150,000 per orang untuk penerbangan AirAsia tujuan Singapura. Setelah itu lanjut  ke bagian ke –imigrasi-an untuk pengecekan dokumen perjalanan. Proses ditutup dengan stempel pada halaman paspor sebagai tanda bahwa hari ini 8 FEB 2014 si pemegang paspor akan meninggalkan wilayah Indonesia melalui Ngurah Rai.

stamp on passport

Beberapa menit berikutnya , kami sudah  mendudukkan pantat di ruang tunggu GATE 4 untuk penerbangan Air Asia QZ8496 tujuan Singapura pada jam 0915 nanti. Jam tanganku  menunjukkan pukul 0800. Diluar , suasana masih sedikit mendung berawan.

Suara announcer dari ruang informasi seolah-olah jadi wake-up call bagi calon penumpang. Sebelum si announcer selesai dengan informasinya , para calon penumpang sudah berebutan boarding. Antrean 2 baris pun terbentuk , masing –masing penumpang menggenggam paspor dan boarding pass ditangan. Yeah…Singapore I’m coming to you, now! I whispered.

Cuaca pagi ini masih  tetap mendung,  hujan deras tadi pagi menyisakan gerimis yang terlihat jelas dari jendela pesawat. Waktu menunjuk pukul 0900 tapi belum ada tanda tanda pesawat beranjak. Dan benar saja, jam sedikit molor dari jadwal sekitar 15 menit.

Akhirnya, yang ditunggu-tunggu pun terjadilah, pukul 0930 , pesawat mulai ber-ancang ancang untuk  take-off dan segera bertolak ke Singapura denga lama penerbangan 2 jam 40 menit. Saya menghabiskan waktu dengan membaca buku EAT,PRAY,LOVE punya si Elizabeth Gilbert sambil sesekali berbicang dengan Ance dan Melisa.

Setelah 2 jam 45 menit pernerbangan ditempuh tanpa hambatan sedikit pun (puji Tuhan), pesawat kami landing dengan selamat pada pukul 1150 di Changi International Airport. Maka resmilah sudah…Ini adalah untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di negara di luar Indonesia hehe #norak. “WELCOME TO SINGAPORE ” gumamku dalam hati sambil melangkah keluar melewati garbarata menuju Terminal Kedatangan (Terminal 1).So..this is Singapore? Saya kembali bergumam dalam hati sambil celingak celinguk. Yeah…I am in Singapore! Sori permirsa ekspresinya  agak norak dikit.

First impression tak lain dan tak bukan adalah penampakan CHANGI INTERNATIONAL AIRPORT kebanggaan rakyat Singapura. Bagaimana tidak kagum dan terkesan men, Bandara Changi telah mengantongi kurang lebih 450 penghargaan dalam berbagai kategori. Beberapa kategori TERBAIK diantaranya yaitu : memenangkan BEST AIRPORT IN THE WORLD versi Bussiness Traveller Magz 20 kali berturut-turut sejak tahun 1993-2013 (UK), plus 7 kali memenangkan penghargaan WORLD’S BEST AIRPORT versi Travel+ Leisure magz yang berbasis di US sejak 2007 -2013. Jadi sangat wajarlah ya kalo saya kagum. Sesaat kemudian kami telah tiba di Terminal kedatangan (Terminal 1) dan saya masih belum bisa menyembunyikan kekaguman saya terhadap bandara keren ini.  Sebagian besar lantai di bandara ini berkarpet, bersih dan sangat sangat nyaman. 

Pas lagi asik-asiknya mengagumi Changi, tiba- tiba si Ance dan Melisa mengagetkan saya.
“Ayo kak” …
 “Sekarang kita kemana..?”
“Cari Wendy..” Ance menjawab sambil kami melangkah menuju eskalator menuju imigrasi di lantai 1.

Immigration Counter Terminal I 

Wendy berangkat dari Jogjakarta dengan Tiger Airways ex Mandala. Waktu berangkatnya hampir bersamaan yaitu sekitar pkl 08.00 WIB, jadi asumsinya si Wendy sudah nyampai duluan. Eh, benar saja setelah kami cek , si Wendy sudah menunggu di luar.

Setelah Imigrasi dilalui, kami segera menemui Wendy.  Setelah pertemuan yang mengharukan selesai, kami segera memutar otak untuk mengeksekusi itinerary. Sesaat otak saya blank. Tiba-tiba berbagai jenis pertanyaan muncul entah kenapa sesaat saya tidak bisa menjawab : What to do now??, where to go??  to what direction should we go?? Where to buy EZ lInk?? Where is MRT Station?? Where to eat??

Itinerary yang sudah saya buat sesaat tidak berguna. Ini sepertinya masih sindrom kegirangan baru pertama nginjak Singapura dehhh… Setelah menenangkan fikiran sebentar, baru deh saya bisa berfikir. Saya segera mengeluarkan itinerary, membaca dengan seksama kemudian otak saya baru bisa menjabarkan what to do next !!  BINGGO!!! Sekarang  kami berada di Terminal 1 , so jika kami ingin ke pusat kota dengan MRT atau bus  kami harus ke Terminal 2. Kami pun bergegas menuju Terminal 2 dengan Sky Train.  Sesampai di Terminal 2 , kami segera menuju basement untuk membeli tiket EZ Link. That is the first thing to do!  

"kartu EZ-link sebagai alat pembayaran transportasi umum di Singapura"

Harga EZ-Link Card tanggal 8 FEB 2014 adalah SIN$12 dimana $5 sebagai non refundable card cost + $7 sebagai card value. Kartu ini akan menjadi alat pembayaran untuk transportasi dengan MRT atau Bus selama di Singapura, Kita juga dapat mengisi ulang (topping) nilai kartu minimum $10 di mesin-mesin tiket di setiap stasiun MRT.


Setelah semua memegang EZlink Card di tangan, waktunya boarding MRT dengan tujuan akhir Bedok (Bus Station)…..

Sampai disini dulu untuk PART 2, see you on PART 3…

Wednesday, March 5, 2014

JALAN-JALAN KE NEGARA TETANGGA -SINGAPURA ( BAGIAN I)

So first of all, let me personally thank AirAsia so much for the promotion fare. We got IDR 480,333 per person for the roundtrip, isn’t that amazing??

Tanggal 16 September 2013 , tiket  Denpasar – Singapura  resmi dibeli untuk traveling period  Februari 2014.Tanggal perjalan yang ditentukan adalah: berangkat 8 FEB, pulang 10 FEB. Akhir Oktober 2013 , pengurusan dokumen perjalanan (paspor) selesai. Partisipan untuk perjalanan kali ini adalah Ance, Melisa dan Wendy (adik Ance).
The Singapore Return Ticket with AirAsia
Untuk urusan akomodasi atau tempat menginap kami tidak terlalu khawatir. Keberadaan Online Travel Agent(OTA) seperti biasa sangat membantu tentunya dalam proses penyortiran #hallah. Nah, pada bulan yang sama, saya mulai “surfing” di sela-sela pekerjaan saya menyempatkan diri mencari-cari akomodasi yang cocok bagi kami berempat. Karena tema perjalanan ini adalah “backpacking” maka tipe akomodasi yang kami pilih tentunya  yang tidak mahal-mahal.

Akomodasi bajet di Singapura adalah yang berlabel “hostel”.  The good news is  hampir disetiap kawasan turis di Singapura ada saja akomodasi yang ber-embel “hostel”. So if you go on a budget trip to Singapore, no need to worry-lah.

Hostel menurut om Wiki:“provide budget-oriented, sociable accommodation where guests can rent a bed, usually a bunk bed, in a dormitory and share a bathroom, lounge and sometimes a kitchen. Rooms can be mixed or single-sex, although private rooms may also be available…” kalau saya terjemahkan kurang lebih seperti ini:  “akomodasi bajet dimana  para tamu dapat menyewa tempat tidur (bunk bed), berbagi kamar mandi atau ruangan dan kadang-kadang dapur. Kamar bisa dicampur atau satu jenis kelamin, meskipun kamar pribadi mungkin juga tersedia..” 

So begitulah kira-kira keadaan hostel dan yang paling ekstrim adalah anda harus sekamar dengan beberapa orang yang tidak dikenal dan berbagi kamar mandi dsb. Bagi para “backpacker” sejati kondisi ini sangat “normal”. Jadi ingat pernah baca pengalaman mba "Trinity" (Traveller) nginep di hostel hehe.

Pencarian hostel berlanjut, ditemukanlah si  KAWAN HOSTEL yang lokasinya di Dunlop Street No 28, Little India. Saya juga sudah mencatat alternatif hostel yang lain, akan tetapi……..

Dunlop Street
Kawan Hostel
Pada akhirnya  pilihan kamipun  jatuh pada KAWAN HOSTEL. Alasan utama kami memilih hostel ini adalah karena memiliki kamar yang bisa untuk berempat (ranjang susun) dan punya kamar mandi sendiri (private bathroom). Beberapa hostel di beberapa kawasan (Bugis, Chinatown dsb) yang masuk dalam incaran kami justru sharing kamar mandi dan juga jarang yang mempunyai kamar untuk berempat. Ya sudahlah, akhirnya kami memilih kawasan Little India yang walaupun in the end I had to say: Oh my God, I’m actually in India not Singapore LOL *kidding*!! Oh ya, satu lagi alasan kami memilih hostel ini karena mereka memperbolehkan pembayaran pada saat check in.

Sebelum melakukan bookingan, tidak lupa saya mengecek komen-komen tamu Kawan Hostel di TripAdvisor hanya untuk memastikan bahwa kami tidak salah memilih akomodasi dan so far tidak ada komen yang terlalu “buruk”, hanya saja lokasi yang lumayan jauh dari stasiun MRT menjadi salah satu poin buruk – ini juga akhirnya kami sadari setelah berada di TKP-.

Pertengahan Januari , kami mulai disibukkan dengan beberapa hal, diantaranya adalah :

PENUKARAN MATA UANG

Memasuki Desember 2013, kami mulai memantau nilai tukar Rupiah ke Dollar Singapura dan ternyata semakin hari  nilai tukar bukannya semakin “mengecil” malah cenderung statis di level 9,500 dan 9,600…hingga pada akhirnya kira-kira 2 minggu sebelum keberangkatan , kami menyerah pada level Rp 9,605 per 1 Dollar Singapura dengan sangat tidak ikhlas , apalagi jika mendengar cerita salah satu teman saya yang tahun lalu menukarkan Dollar Singapuranya di  Rp 5,000 an ..akh semakin tidak ikhlas!

Uang jajan selam di SIN.....
TIKET UNIVERSAL STUDIO 

Salah satu nilai plus Singapura adalah “UNIVERSAL STUDIO” so gak salah jika saya bilang jalan-jalan ke Singapura tidak “afdol” rasanya jika tidak berkunjung kesana.  Universal Studio itu hanya ada di 4 tempat di dunia:  2 di Amerika plus 2 di Asia ini (di Florida, di California, di Jepang dan di Singapura).
Harga tiket Universal Studio Singapura sangat bervariasi dan jujur sangat membuat kami agak bingung. Antara agent A,B,C hanya selisih beberapa rupiah ,sedangkan jika Go Show  malah bisa lebih murah ataupun bisa lebih mahal (itu sih katanya-kata teman teman yang sudah pernah kesana!!). Tapi karena tidak mau larut dalam spekulasi maka kami memutuskan untuk membeli melalui Tiket.com seharga kurang lebih kira-kira S$65.00 per orang untuk 1-day pass (alias bisa nangkring sampe tutup).

Setelah melakukan pembayaran secara bank transfer, kami pun mendapatkan 4 voucher (via email) yang harus kami tukarkan dengan tiket fisik sesampai di Universal Studio nantinya, tapi  membuat kami sedikit kaget…..

Voucher USS dari Tiket.com
Jadi begini ceritanya : Ada 2 tipe harga(Adult) di website Tiket.com untuk Universal Studio Singapore, pertama: Harga termasuk MEAL VOUCHER S$10 + RETAIL VOUCHER S$5 jika voucher ditukarkan dengan tiket fisik ,langsung ke kantor pusat Tiket.com di Jakarta. Kedua: Harga TIDAK termasuk MEAL VOUCHER S$10 + RETAIL VOUCHER S$5 jika voucher ditukarkan dengan tiket fisik, di Universal Studio Singapura.

Jadi tanpa membaca DENGAN SEKSAMA bahwa harga TIDAK TERMASUK Meal Voucher + Retail jika penukaran dilakukan di Singapura, kami pun memilih pilihan kedua karena menukarkan ke Jakarta akan benar-benar sangat tidak mungkin kami lakukan. Nah, pada saat rekonfirmasi ,baru dehh…MENGELUS DADA karena berarti kami harus merogoh gojek lagi kurang lebih SIN$ 10-SIN$15 untuk makan siang nanti di USS.

Langkah selanjutnya setelah menerima voucher adalah mengirimkan email ke pihak Tiket.com minimal 2 hari sebelum penukaran voucher. Maka tepat sebelum hari H yaitu Jumat, 7 February 2014 kami mengirimkan email ke Tiket.com untuk mengkonfirmasi bahwa kami akan berkunjung ke Universal Studio pada hari Minggu, 9 Feb 2014.  Setelah itu kami menerima semacam surat konfirmasi berisi detil dan waktu penukaran, untuk kemudian kami tukarkan nanti dengan tiket fisik di Singapura nanti.  Urusan Tiket sudah selesai.

untuk ditukarkan dengan tiket USS nanti!

Langkah berikutnya adalah  mempermantab RENCANA PERJALANAN (ITINERARY). Poin yang ke-3 ini tidak kalah penting karena kami benar-benar ingin memaksimalkan waktu yang hanya 3 hari 2 malam ini semaksimal mungkin dengan mengunjungi tempat tempat yang menarik (walapun pada akhirnya TIDAK!). Mulailah saya mengutak-atik TripAdvisor, masuk ke Singapore forum di TripAdvisor untuk sekedar bertanya (untung ada juga yang mau jawab), mencari objek wisata yang bisa dikunjungi selama disana.  Highlight sbb:

8 Feb 2014   Arrival -Changi – naik Bus (sight seeing) – Harbour Front/Vivocity- Check in

9 Feb 2014   : Universal Studio Singapore Fullday

10 Feb 2014 : Half day – Departure

However,in fact  in the very end, things were not going according to plan!

Jadi kurang lebih seperti itulah persiapan perjalanan ke Singapuranya, yah termasuk tidak ribet-ribet amat – easy preparationlah-. Pleasiran ke Singapura gak mesti ribet , yang penting anda  punya : PASPOR, TIKET PP dan DUIT jajan secukupnya........