Thursday, October 30, 2014

JALAN-JALAN (FLASHPACKING) KE MALANG - JATIM (PART 2 )

Oke, enough dengan bakso….saya merasa belum kenyang sebenarnya.  Setelah makan, kami bersiap untuk menuju Jatim Park 2 yang ternyata tidak terlalau jauh dari lokasi kami berada. Sebuah angkot berwarna merah kami setop (sebenarnya akan menuju terminal)  untuk tujuan JatimPark 2.  Namun sebelum sampai di terminal, sopir angkot yang baik hati menyarankan agar kami tidak usah lanjut ke terminal tapi dioper aja. Kami mengiyakan, dan setelah beberapa saat kami pun dioper ke angokot warna kuning dan meluncur ke Jatim Park 2.

Voila!!, Kami tiba di Jatim Park 2, waktu menunjukkan pkl 14.30 seingatku. Cuaca cerah dan sangat mendukung. Segera kemi menuju loket untuk membeli tiket. Tiket yang kami beli adalah paket Weekend , kebetulan hari ini adalah hari Sabtu yaitu paket TERUSAN yaitu bisa mengunjungi : MUSEUM SATWA + BATU SACRET ZOO dengan harga Rp 75,000 per orang.


LOKET
Di Jatim Park 2 ada sebuah hotel yang namanya Pohon Inn , kebetulan kami takut hewan tarifnya tidak sesuai dengan budget kami sehingga kami tidak menginap disana  alasan.  

Pohon Inn Hotel
BATU Sacret Zoo

Secara umum, di Jatim Park 2 terdapat koleksi hewan-hewan yang beberapa mungkin sudah langkah, terbagi dari beberapa bagian mulai dari pintu masuk anda disajikan dengan pemandangan : Tikus Raksasa (beaver) berenang kesana kemari, kemudian ada beberapa spesies monyet (kecil/besar) , ular, penyu, badak, dll. Setelah itu kita memasuki AQUARIUM  dimana disajikan pemandangan berbagai jenis hewan laut , kemudian memasuki yang disebut SAVANAH untuk menyaksikan hewan-hewan asli Afrika: Jerapah, Gajah, Zebra dsb pokoknya nuansa Afrika banget dahh.

Lorong SAVANNAH



Ada lebih dari 45 ekor satwa di Savannah ini

Puas dari Savanah, lanjut ke Fantasy Land yang kebanyakan berisi permainan untuk anak-anak seperti kolam renang, roller-coaster mini. Ah..kami mencoba yang namanya “ TSUNAMI” sejenis wahana uji nyali. Pertamanya kami sepele, tapi setelah di coba ampun dehhh….

Please TRY! It is fun! 
Setelah dari sini, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Batu Sacret Zoo. Pemandangan sanga indah dari sini, kita bisa melihat sebagian kota Batu. Tapi tidak banyak yang bisa dilakukan disini selain menyaksikan beberapa binatang lain seperti Jerapah dsb, Harimau, Singa dsb. Rute terakhir adalah menuju “ MUSEUM SATWA”. Tampak dari depan, bangunannya menyerupai Gedung Putih (White House) di Washington DC hehe, unik dan di sampingnya ada patung gajah raksasa.

Museum Satwa Tampak Depan
Pemandangan pertama ketika memasuki MUSEUM SATWA ini adalah “Sangkar Raksasa”, yah menurut saya sih bagus untuk foto2. Sayangnya saya lagi tidak mood untuk selfie saat itu, kemudian kami melanjutkan lebih dalam lagi ada “Kerangka Dinosaurus Raksasa” dan disekelilingnya juga dipajang berbagai patung hewan-hewan/ binatang-binatang dari berbagai belahan bumi. Museum Satwa ini menurut saya sangat cocok untuk siswa-siswi memperdalam pengetahuan tentang hewan/satwa. Okee..ternyata keliling museum ini capek juga saudara-saudara. Jika saya disuruh ngasi rating untuk tempat wisata ini , saya akan berikan 6.5 dehh..

Kerangka Tyranosaurus
Finally, setelah selesai berkeliling Museum Satwa  saya menengok jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 16.30. Ternyata kami sudah menghabiskan sekitar dua setengah jam berkeliling di Jatim Park 2 ini. Saatnya menuju Batu Night Spectacular (BNS) yang sangat popular di kota Batu. Lokasi BNS hanya sekitar setengah kilo dari Jatim Park 2 , daripada membayar Rp 15.000 per orang untuk Ojek kami memilih untuk berjalan kaki, disamping hemat juga sehat (olahraga men!!) sebenarnya ngirit duit.

Tak terasa 15 menit berlalu , dari kejauhan kami sudah dapat melihat dan merasakan hingar binger BNS , masih penasaran sih dan tak terbayang BNS itu seperti apa. Saya berfikirnya seperti pasar malam.  .

BNS by night
Terjawab sudah , setelah membayar karcis masuk sebesar Rp 25,000 per orang ( weekend) dan kami pun masuklah. Saya memandang sekeliling dan ooohhh ternyata ini. Di BNS terdapat wahana-wahana untuk hiburan, seperti : 


·         Mouse Coaster                                                
·         Kids Zone                                              
·         Play Ground                                        
·         Flying Swinger ( Kursi Terbang  )                                              
·         Disco Bumper Car                                           
·         Aero Test (Gravitasi)                                        
·         Rumah Hantu                                                   
·         Berburu Hantu                                                 
·         Cinema 4D
·         Sepeda Udara                                       
·         Lampion Garden                                             
·         Banji Trampolin                                               
·         Ali Baba                                                
·         Banju Trampolin                                             
·         Trampolin                                               
jerijourneys
Love is everywhere

Lampion Garden




Ya,,ya cukup seru juga menghabiskan waktu di BNS. Salut juga buat bagi siapapun di Batu yang bisa membuat suatu tempat hiburan bagi masyarakatnya dan sudah menjadi “trademark” kota Batu sendiri. Setelah menikmati makan malam di foodcourt BNS , kami berkeliling sejenak seolah tak ingin beranjak dari tempat ini, soalnya rame dan asikk! Tapi tenaga jualah yang membuat kami harus menyerah dan memilih pulang untuk istirahat.


Karena angkot sudah tidak beroperasi jam segini (21.00) tak ada pilihan lain selain Ojek. Dari BNS ke penginapan kami hanya berjarak 10 menit dengan Ojek dengan membayar Rp 15.000 per orang.

Hari pertama selesai ... (Bersambung)


Tuesday, October 28, 2014

JALAN-JALAN (FLASHPACKING) KE MALANG , JATIM (PART 1)


Malang adalah kota ke-2 terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya. Jarak dari kota Surabaya ke Malang adalah kurang lebih sekitar 80-90 kilo, atau ditempuh kurang lebih 2 jam dengan “travel” – angkutan antar-kota  yang berbentuk avanza dan sejenisnya – dengan biaya Rp 75.000 per orang. Selain “travel” akses ke Malang juga bisa dengan Kereta Api ataupun Bus dengan biaya yang tentunya lebih murah.

Malang pada masa penjajahan Belanda adalah tujuan popular bagi penduduk asing atau ekpatriat jaman itu. Selain Bandung yang terkenal dengan julukan “Paris van Java” ternyata Malang juga terkenal dengan julukan “Paris van East Java”, yah tak salah lah karena memang Malang merupakan kota yang cantik dan sejuk.

Tanggal 18 Oktober 2014: pkl 07.30 di Bandara Ngurah Rai , setelah melapor di konter check in dan menyelesaikan semua persyaratan boarding, kami  pun duduk manis menunggu panggilan boarding AirAsia QZ7629 yang akan bertolak ke Surabaya pada pukul 18.15 waktu Bali.  

Acara perjalanan kali ini telah kami susun dengan tujuan prioritas tak lain dan tak bukan adalah “kota BATU” , sebuah kota wisata yang terletak sekitar 20 kilo lagi dari kota Malang atau 30 menit dengan travel. Pada mulanya Batu merupakan bagian dari kota Malang akan tetapi pada tahun 2001, Batu resmi mendeklarasikan diri menjadi kota mandiri dan kemudian terkenal dengan istilah KWB (Kota Wisata Batu) karena merupakan magnet wisatawan ke Malang. Hampir 100% objek wisata/tujuan wisata ada di daerah Batu, antara lain :
  • Airterjun Coban Rondo
  • Jatim Park 1,2
  • Selecta
  • Batu Night Spectacular (BNS)
  • Alun Alun Kota Batu
  • Eco Green Park
  • Museum Satwa
  • Museum Angkut   

-   Sekitar 50 menit kemudian , pesawat kami telah mendarat di  Terminal 2  Juanda International Airport –Surabaya. Kami langsung menuju exit gate dengan harapan bertemu dengan penjemputan travel ke  Malang. Ternyata Terminal 2 ini masih baru, jadi ekpektasi kami untuk menemukan banyak konter travel yang menawarkan jasa travel ke Malang tidak terwujud.  Thanks God!, kami punya kontak salah satu penyedia jasa travel yang direferensikan oleh hotel kami di Batu yaitu LIZA TRAVEL.  Jika teman-teman pembaca yang belum pernah ke Malang -dalam waktu dekat ini ingin ke Batu via Surabaya, Liza Travel is  higly recommended untuk jasa travel, reservasi aktif 24 jam, jemputnya cepat,nyetirnya enak. Namun sebisa mungkin pesan minimum sehari sebelumnya agar tidak kehabisan seat. Anda dapat menghubunginya di nomer ini : +62 816551707.
Screen Shot dari Google Map saya ketika meninggalkan Juanda menuju Malang
Kami tak perlu menunggu terlalu lama hingga akhirnya sebuah avanza silver muncul dan berhenti di depan kami. Tanpa banyak bacot, kami segera dipersilahkan naik untuk segera berangkat ke Malang. Wow, this is what I call express! Dan lebih enaknya lagi , tidak seperti angkutan antar kota pada umumnya, mobil travel ini (red: Avanza) si sopir sangat ber-perikemanusiaan dalam mengangkut penumpang.  Ya,mobil ini hanya memuat 5 orang penumpang dan tidak lebih (1 di depan, 2 di tengah, 2 di belakang) , tentu demi kenyamanan.

Dikampung saya, satu mobil avanza (angkot antar kota) bisa memuat 11 orang termasuk sopir,jadi bisa dibayangkan ada penumpang yang hanya duduk setengah pantat, ada yang agak nungging mereng, ada yang kejepit, ada yang nempel ke kaca mobil, dan yang lebih parah lagi dua orang penumpang yang duduk di depan salah satunya kadang-kdang harus mengangkangi persneling, padahal masing-masing membayar ogkos yang sama,  ini yang saya maksud “ THERRLALUUU”...
  
SURABAYA (JUANDA) – MALANG – BATU
Perjalanan ke Malang ditempuh kurang lebih 2 jam atau 3 jam jika lanjut ke Batu, itu jika tanggul lumpur Lapindo tidak ambruk   lalu lintas lancar alias gak ada kemacetan. Sepanjang perjalanan tidak ada kemacetan berarti , alias lancar jaya (kayak nama bus aje). Kami sampai di kota Malang pada sekitar pukul 11 dan hanya kami berdua yang kemudian melanjutkan ke Batu dengan membayar Rp 35,000 lagi per orang. Jadi total ongkos travel dari Surabaya (Juanda) ke Batu adalah Rp 110,000 per orang.

Nah , sebenarnya kami tidak tahu menahu tentang seperti apa kota Batu ini. Alamat hotel yang kami tuju adalah Hotel Gradia 2 di Jalan Ikhwan Hadi kota Batu. Saya dari tadi mencoba untuk menafsirkan lokasi hotel yang muncul di tampilan di Google Maps saya, berkat teknologi GPS , kami berhasil  mengarahkan si supir dengan mulus ke Jl Ikhwan Hadi dan menemukan hotel kami. Hah! Gak rugi nih aplikasi Google Maps berat-beratin memory.

Hotel Gradia 2 Batu (tampak depan) - Jl Ikhwan Hadi No 47 Batu - Jatim
Hotel Gradia 2 - Room 
Ada rooftop untuk menikmati pemandangan kota Batu (Cece)
Pemandangan kota Batu dari rooftop hotel Gradia 2

Setelah administrasi beres dengan pak supir, kami segera registrasi untuk check in dahulu sebelum elanjutkan aktifitas. Jadi agenda setelah check in adalah balik ke Malang  mencari makan - dari tadi udah menahan apar sampai mau muntah di mobil - dan segera meluncur ke Jatim Park 2 dan BNS (Batu Night Spectacular) yang hanya berjarak kurang lebih 10 menit dengan angkot dari hotel.

Ah, karena kami tidak sedang dalam acara Wisata Kuliner , kami tak lagi berfikir tentang sebuah rumah makan yang menjual makanan khas Batu atau sejenisnya. Kami hanya berfikir untuk segera mengisi perut. Segera  mas-mas penjual bakso kami sergap dan todong dengan duit 20 rebu untuk 2 mangkok bakso  – maklum sudah lafar mennn!! – Beruntungnya area tempat kami menikmati bakso adalah jalur angkot (depan Makam Pahlawan Batu) , jadi tak perlu jauh-jauh nanti nyari angkotnya. But wait, angkot di Batu itu gak rame saudara. Disini, hanya ada dua moda transportasi untuk mobilisasi dalam kota yaitu : Angkot dan Ojek. Angkot jauh dekat berkisar antara Rp 2,000 – 3,000 sedangkan Ojek berkisar antara Rp 15,000 itupun kadang bisa bonceng cabe-cabean (bonceng tiga). Hah! Masih tergolong murah lah.

(Bersambung)....