Wednesday, November 26, 2014

MUSEUM ANGKUT - BATU, MALANG


Good morning from Batu! Kami terbangun sekitar pukul 07 pagi langsung membuka jendela kamar dan segera disambut hangat cahaya matahari pagi. Pagi yang cerah. Saya baru sadar kalo di kamar kami ini tidak ada alat pendingin ruangan, tapi toh kamar  tetep  adem.Ya wajarlah, karena kota Batu berada di ketinggian kurang lebih 1.250 m dari permukaan laut jadi suhu berkisar rata-rata 15 – 19 derajat selsius. Setelah membersihkan diri, segera kami menuju restaurant untuk sarapan.  Jangan terlalu berharap sarapan yang “wah..” disini yah, walaupun kami membayar hampir 500ribu  per malam jika dibandingkan dengan hotel di Bali, harga ini  sudah termasuk harga bintang 3 dengan menu sarapan  yang variatif J .  Menu sarapan kami pagi ini terdiri dari nasi goreng, kopi/teh, kerupuk dan sayur sop. Hmm…still it’s better than nothing.

Setelah sarapan kami segera berkemas untuk check out. Program kami hari ini adalah berkunjung ke Museum Angkut, yang jaraknya hanya sekitar 15-20 menit dengan berjalan kaki dari lokasi hotel kami. Kemudian setelah makan siang meninggalkan Batu dan berangkat ke kota Malang yang berjarak 3 kali naik angkot dari kota Batu.

Lokasi Museum Angkut sendiri di Jl Terusan Sultan Agung Atas No 2 merupakan sebuah museum yang berisi koleksi –koleksi kendaraan-kendaraan antik dan sejarahnya, mulai dari kendaraan darat, laut dan udara. Konsep Museum Angkut adalah perpaduan tempat wisata yang unik  berisi sejarah dan perkembangan dunia angkutan, dipadu dengan legenda Movie Star dijamannya dengan latar belakang kota-kota dan bangunan eksotis di Batavia, Eropa, Amerika.
"Ferish Wheel" di Alun - ALun Kota Batu


"I think this cars were "Ford"? or "Chevrolet" ??

View from Museum Angkut

Eh, sebelum berangkat ke Museum Angkut iseng-iseng saya buka websitenya untuk sekedar mengecek apa saja yang bisa dilihat disana, dan ternyata jam bukanya jam 12 siang..wadohh salah perhitungan  ini udah keburu check out. Alhasil kami bengong beberapa saat di pelataran museum yang masih sepi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan aktivitas, karena saat itu baru jam 9 pagi.  Yasudah..daripada keburu kering nunggu, kami memutuskan untuk menuju Alun-Alun Kota Batu untuk nyoba “ketan” yang katanya terkenal dari Batu. Kami menyewa ojek Rp 15.000 bonceng ber-3 dan meluncur ke Alun-Alun yang tidak terlalu jauh dari Museum Angkut.

Singkat cerita, jam 12 yang sudah ditunggu –tungu akhirnya tiba , capek juga  lari keliling Alun-Alun  jalan-jalan sekitaran Alun-Alun ini. Berbagai aktifitas sudah dilakukan, mulai dari  nyobain “Ferish Wheel” dengan hanya membayar Rp 3,000 per orang  , makan “ketan” , nongkrong di kedai kopi, modar-mandir ke Plaza Batu entah nyari apa. Kami kembali menyewa ojek dan meluncur kembali ke Museum Angkut.

Sampai di Museum Angkut, kaget juga liat loket penuh ama orang-orang yang ngatri tiket. Luar biasa! Harga tiket adalah Rp 75.000  untuk weekend (Sabtu-Minggu) dan Rp 50,000 pada weekdays (Senin-Jumat) . Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi websitenya di sini.

Puas berkeliling di Museum Angkut dari A sampai Z , dari pintu masuk sampai pasar apung (floating market) , waktunya mengisi perut. Kebetulan di pasar apung ada semacam “foodcourt” untuk membeli makanan. Disamping foodcourt ada “D’Topeng Museum” yaitu Museum Topeng dari Sabang sampe Merauke. 

Okehh, selesai sudah acara di Batu, tujuan selanjutnya adalah segera menuju Malang. Kami segera mencari angkot yaitu dengan berjalan kaki kembali ke tempat kami makan bakso kemaren – masih ingat kan?? Hehe ---- disitu kami harus menunggu angkot yang menuju ke terminal , kemudian nanti kami akan ganti angkot lagi untuk tujuan Terminal Landungsari (Kota Malang). Terminal Landungsari merupakan pintu gerbang kota Malang dari arah barat. Ongkos Batu – Landungsari adalah Rp 3,000 per orang ditempuh kurang lebih 1 jam. Jadi bagi backpackers, Malang – Batu – Malang cukup naik angkot aja, lebih murah.


Dari Terminal Landungsari kami segera mencari angkot menuju Jl Ahmad Yani Utara ,Riverside Blok C-1 yang merupakan alamat HARRIS Hotel & Conventions. Susah juga nyari alamat hotel ini. Setelah bertanya sana-sini akhirnya ditemukan. Ternyata Riverside itu adalah nama sebuah “kompleks perumahan” di Malang, berkat informasi dari seseorang di angkot – thanks men!  Kami menginap semalam di hotel ini dan kemudian siang besok kami sudah memesan “travel” ke Bandara Juanda, Surabaya untuk penerbangan magrib kami ke Denpasar. 


No comments:

Post a Comment

Bagaimana pendapat anda tentang postingan ini?