Wednesday, March 25, 2015

AKHIRNYA JALAN-JALAN KE JOGJA - MUSEUM KERETA KERATON


Tanggal 8 Feb 2015 , akhirnya kesampean juga travelling ke kota gudeg ,DKI Jogjakarta. Malu ya, orang Indonesia tapi udah mau ubanan belum sama sekali “nginjak” Jogja. Jika saya ditanya hal-hal apa saja yang identik dengan Jogja maka tentu saya akan menjawab : Gudeg, Keraton, Malioboro. Semua sudah saya saksikan dengan mata kepala sendiri akhirnya (Malioboro masudnya), Keraton tutup. *tepok jidat*.

Pukul 7, saya sudah menunggu di ruang tunggu keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai -Bali untuk penerbangan jam 8 ke Jogja dengan AirAsia. Excited banget deh!

Akhirnya sekitar pukul  8 sekian waktu Jogja tiba juga saya di Bandara Adi Sucipto. Dari penampakan ,terminal bandara ini kecil sekali,saya pun agak kaget  padahal sudah melayani penerbangan Internasional lho? Sebagai informasi aja, Bandara Adisucipto  telah berstatus bandara Internasional , melayani sekitar 64,000 penerbangan setahun (data 2013) dan merupakan bandara tersibuk ke-4 di Indonesia setelah Bandara Sukarno Hatta- Jakarta, Bandara Juanda-Surabaya dan Bandara Ngurah Rai-Bali. Setelah mencari-cari informasi baru saya tau ,ternyata bandara baru yang pastinya lebih gede sudah sedang dalam proses pengerjaan , lokasinya di Kulonprogo pemirsah alias gak disni lagi, dan diperkirakan akan rampung tahun depan, 2016. Kulonprogo agak lumayan keluar kota, kearah selatan Jogja. Bener gak?

Setelah turun dari pesawat dan keluar dari pintu kedatangan, saya bisa melihat  si Cece dan Wendy sudah menunggu. Kebteluan hari ini juga orang tua dari Medan akan datang ke Jogja , jadi kami ini (berlima) aan mengadakan semacam liburan keluargalah #tsah. So kami bertiga masih harus menuggu pesawat Garuda dari Kualanamu landing jam 10.

Finally, pukul 11 kami sudah meluncur diatas Jl. Yogyakarta Solo menuju pusat kota dengan Avansa silver yang kami sewa, self-drive ceritanya. Oh ya, bagi teman-teman yang membutuhkan kendaraan ketika bepergian ke Jogja dapet menghubungi teman saya yang kebetulan punya bisnis rentcar di Jogjakarta, namanya mas NOVEL. Kisaran biaya rental (lepas kunci) Rp 450,000 per hari (24 jam)-bisa nego. Untuk alasan keamanan sengaja nomer tidak saya tampilkan, jika berminat silahkan tinggalkan pesan dikolom komen.  

Setelah makan siang disalah satu rumah makan ayam goreng/bakar  di sudut kota (kayak lagu ya), kami langsung menuju KERATON JOGJAKARTA . Sesampainya disana, ternyata kami kurang beruntung, sebab Keraton ditutup gara-gara wapres JK mau dateng, Hadehh….apes banget, terpaksa tour dialihkan ke  MUSEUM KERETA KERATON NGAYOGYAKARTA persis di areal Keraton. 

Museum ini bisa disebut sebagai garasinya kereta-kereta kuda para sultan dan putri-putri Keraton. Anda dapat membaca sejarah-sejarah delman/andong nya begitu melewati pintu masuk. Harga tiket masuk Rp 5,000 per orang plus kalau mau foto-foto/bawa kamera ada tambahan biayanya. Saya lupa berapa.

Suasana di dalam museum dengan koleksi 15 kereta ini agak-agak gimana gitu (orang pinter bilang: aura serem), dan bener-bener panas. Konon kereta-kereta ini rutin di berikan sesajen setiap Selasa dan Jumat kliwon. Nah itu maksudku! Kereta-kereta ini masih sangat terawatt dan rajin dibersihkan. Kereta-kereta disini keren-keren. Ada yang namanya kereta EMAS (Kereta Kyai Garudayaksa) dengan simbol Garuda , terbuat dari emas 18 karat dengan bobot kurang lebih 20kg (glek!) Ruarrrr biasa!

pasang img alt

Kereta
berpose didepan Kereta Emas yang berbobot 20 kg....

Kereta Kanjeng Nyai Jimad , salah satu kereta yang dikeramatkan dan rutin diberi sesajen. Merupakan pemberian (hibah) Gubernur Hindia-Belanda. Saya agak kaget ketika berfoto disana tiba-tiba penjaga museum ,seorang bapak tua menghampiri kami dan mencoba melihat hasil jepretan kemudian ngomong gini: “Biasanya kalo difoto ada yang muncul disini” sambil nunjuk bagian dalam (tempat duduk) kereta Nyai Jimad. Buset..kami semua kaget setengah loncat.
Kereta
Kereta Kanjeng Nyai Jimad yang paling keramat!
Ada satu kereta yang saya amati lain daripada yang lain, namanya Kereta Roto Praloyo. Saya penasaran dan segera celingak-celinguk mengamati bagian dalam kereta, cek and ricek ternyata itu kereta jenazah. Buju buneng…..saya langsung menjauh ,sebenarnya sih gak ada apa-apa, biar lebih dramatis sedikit. Kereta ini dipakai untuk membawa jasad Sultan ke peristirahatan terakhir di Imogiri. 

Kereta
This is the one I am talking about....Kereta Jenazah

Asik juga keliling keliling disini, karena suasana ruangan yang semakin panas akhirnya kami memutuskan segera beranjak.  Tujuan selanjutnya adalah WATER CASTLE (TAMAN AIR) yang masih di kompleks Keraton. 

Artiket terkait :

No comments:

Post a Comment

Bagaimana pendapat anda tentang postingan ini?